Thursday, April 12, 2018

Menaikkan Produksi ASI

Bayi rewel = ASI Sedikit???

Sering banget dari dulu denger kalimat ini. Masih banyak yang punya pemahaman kalo bayi rewel karena lapar, karena haus, karena asi ibunya sedikit. Bayi nenennya lama karena asi sedikit. Padahal tidak. Banyak faktor yg bikin bayi rewel; kedinginan, kepanasan, nggak nyaman, nggak mau jauh dr ibunya.

Q : “Tapi asi saya ngga kluar pas dipompa.”

Jangan jadikan hasil pompaan mom sebagai indikator kuantitas asi. Apa yang disedot mesin dan apa yang disedot bayi itu ngga sama. Bayi yang ngenyot langsung, pasti dapat asi lebih banyak karena hisapan bayi itu nggak ada yan bisa meniru. Semahal apapun breastpump yang mom gunakan.

Q : “Tapi bayi saya nenennya lama. Pasti karena asinya dikit.”

Saya sudah pernah tulis dipostingan “anak bau tangan” soal Ara yg nemplok almost 24hr a day saat newborn. Hasil pumping pada saat awal melahirkan juga hanya mentok di 40-60ml. Tapi belum tentu kalo Ara nggak dapat asupan Asi. Cukup/tidaknya asi buat bayi dilihat dari frekuensi pipis, mininal 6x sehari apa ngga, Lalu lihat dari kenaikan BB setiap bulan sesuai kurva atau nggak. Kalau pipis nggak 6x dan BB nggak naik, barulah mom boleh khawatir.

Q : “Terus bagaimana? Saya juga pengen hasil pompa banyak.”

Menaikkan produksi Asi itu susah-susah gampang. Kuncinya cuma satu, niat yang kuat dari mom untuk memberikan yang terbaik untuk baby.
Awal-awal menyusui juga asi saya nggak langsung cuuurrrr banyak. di pompa juga cuma basahin pantat botol. Lalu saya googling dan browsing sana sini buat cari cara menaikkan produksi Asi. Ternyata siapapun yang sharing, kuncinya adalah :
1. Sering mengosongkan payudara
Pumpinglah 2 jam sekali.

2. Lakukan power pumping minimal sehari sekali
Nah, inilah cara saya melakukan pp:
  • Pilihlah waktu 1 jam setiap pagi atau malam hari
Biasanya saya antara jam 00-05 karena jam segitu hormon prolaltin lagi banya dan asi pun diproduksi lebih banyak.
  • Siapkan air minum. Minumlah air yang banyak selama pumping.
  • Siapkan minyak zaitun/baby oil utk pijat-pijat PD selama pumping karena membantu untuk melancarkan asi.
  • Siapkan hal-hal yang bisa memancing LDR (bukan Long distance relationship lho ya.. Coba googling). Bisa nonton drama korea, bisa window online shopping, bisa juga youtube-an.
  • Lalu ambil breastpump kamu lalu mulai PP-nya. PP dilakukan 1 jam dengan cara:
Double Pump :
- Pompa ASI selama 20 menit; istirahat 10 menit
- Pompa lagi selama 10 menit: istirahat 10 menit
- Pompa lagi selama 10 menit; selesai.

Single Pump :
- Pompa ASI selama 10 menit (Kanan)
- Pompa ASI selama 10 menit (kiri)
- Pompa ASI selama 10 menit (Kanan)
-Pompa ASI selama 10 menit (Kiri)
-Pompa ASI selama 10 menit (Kanan)
-Pompa ASI selama 10 menit (Kiri)

 Lakukan secara rutin SETIAP HARI minimal selama seminggu biar keliatan hasilnya. Kl bs sih setiap hari sepanjang msh pumping, ya.. insyaallah usaha kita tidak akan sia-sia.

3. Pijat Laktasi Rutin minimal 1 bulan sekali
4. Minum air minimal 3 Liter per hari
5. Minta dukungan orang terdekat
Terutama dukungan suami untuk memberi asi pada bayi. Karena tanpa dukungan, secara mental mom akan lebih berat untuk berjuang. Tapi ingat mom, you are not alone. Karena banyak moms diluar sana yang juga berjuang untuk memberikan asi, baik tanpa dukungan maupun dengan dukungan.




Pemberian Asi ini memang penuh drama. Jadi coba kuatkan niat dulu mau memberi asi apa ngga. Kembali lagi ke orgtuanya masing-masing. Kalau maunya memberi sufor ya silakan.. Sufor memang nggak racun kok. Hanya saja memang tidak ada sufor yang sebaik asi.

Anak Bau Tangan

“Jangan sering digendong, nanti anak bau tangan”

Sering denger kata-kata itu dari orangtua jaman old?
Pastinya banget yah. Apalagi pas baby newborn nangis terus maunya bobo digendong sambil dieyong-eyong.
Sampai-sampai ada yang bikin ayunan untuk baby. Malah ada bouncer ayun-ayun macem nu*a leaf. Tapi apa manjur bayi bisa anteng diayunan atau bouncer tersebut? Tergantung baby-nya sih. Ada yang anteng, ada juga yang tetap maunya digendong, didekap, dipeluk sama Ibu/Bpknya.
Kayak anak saya, dari newborn termasuk baby yg demanding. Maunya nemplok sama saya 1x24jam! Sampai saya mau makan dan mandi saja kudu ngebut kayak lagi lomba.
Bayangin aja... Bekas jahitan (saya lahiran normal) belum enak harus banyak duduk buat nenenin all the time, ngantuk karena kurang tidur, sampai-sampai saya baby blues walau ngga parah.
Akhirnya demi bisa nyusuin nyaman dan juga istirahat cukup, saya mulai nyusuin sambil tiduran sampai sekarang.

Dulu saya berharap Ara akan anteng bobo di stroller saat jalan-jalan ke mall. Masih inget banget dulu kepengen bgt makan enak sehabis lahiran, mampir ke Holly Smokes sama pak suami. Bawa-bawa stroller dengan harapan pas Ara bobo ditaro disitu Bapak dan ibunya bisa makan dengan tenang.

Tapi boro-boro! Baru sebentar ditaro stroller aja bangun dan nangis! 😂😂😂 Jadi hilang deh selera makan.

Tapiii setelah beberapa kali jalan-jalan keluar tanpa stroller (karena kalau bawa hanya jadi tempat menaruh belanjaan) dan setelah hunting gendongan dengan berbagai teknologi, saya dan paksu lebih suka menggendong Ara kemanapun.
Walaupun lelah dan pegal. Untungnya dulu Ara masih belum seberat sekarang, jadi nonon sambil digendongpun ga masalah 💪( • Y • ).

Saya jadi berpikir, it is so fun carrying your baby everywhere dan malah asik bisa cium-cium terus 😘 Akhirnya sampai sekarang deh itu stroller nganggur!
Ada yang mau beli preloved Ara?😂😂😂 ini serius. Kalo ada yang mau japri aja.

Mengapa bayi sangat suka digendong? Hal itu disebabkan oleh masa bayi yang berada dalam kandungan ibu selama 9 bulan. Selama dalam kandungan bayi sangat merasa hangat berada dalam perut ibunya. Bayi merasa begitu nyaman, aman, dan hangat. Begitu halnya saat bayi berada dalam pelukan ibu atau ketika si bayi digendong. Hawa hangat dari tubuh ibunya yang membuat bayi merasa senang dan nyaman. Jadi tidak heran jika bayi sangat menyukai saat-saat digendong.

Menggendong anak juga ada manfaatnya lho. Seperti yang saya ambil beberapa dari hamil.co.id :
1. Menjalin kedekatan yang kuat antara anda dengan bayi.
2. Menenangkan bayi.
3. Mengajarkan bayi bergembira. Saat bayi menggendong bayi anda akan melangkah dengan berirama, mengajak bayi mengobrol, dan tersenyum. Itu adalah cara mengajarkan kegembiraan pada bayi.
4. Menstimulasi sistem keseimbangan. Ketika anda melakukan gerakan-gerakan lembut pada saat menggendong bayi seperti mengusap-ngusap punggung atau dadanya, hingga membantunya bernafas teratur. Hal ini merupakan pertanda bahwa sistem keseimbangan tubuh bayi telah tumbuh dengan baik.
5. Mengajarkan bayi tentang dunia. Ketika digendong bayi akan ikut melihat apa yang anda lihat. Dalam gendongan, bayi dengan leluasa mengamati kejadian yang ada di sekitarnya dengan perasaan yang aman dan nyaman.
6. Membantu bayi cepat belajar bicara. Saat bayi di gendong, ia akan memiliki keterampilan bicara yang baik. Karena bayi memperhatikan dan menyimak pembicaraan anda pada saat bayi di gendong.
7. Dapat mengatur detak jantung bayi.
8. Bayi yang di gendong lebih sering, memiliki kemungkinan akan jarang menangis baik pada waktu siang ataupun malam hari.
9. Dapat menjadikan bayi lebih cerdas.
10. Dapat mengatur perkembangan fisiologi dan motorik bayi.
11. Cepat mengembangkan sikap mandiri bayi.
12. Menciptakan suasana mengasuh bayi yang penuh dengan kasih sayang.

Jadi, nggak masalah menggendong baby kmanapun dan kapanpun. Pegel? Pasti. Repot? Gak salah lagi. Tapi toh ga selamanya anak mau digendong, kan? Kalau sudah bisa jalan pasti kepengennya jalan mulu. Kalau udah gede mana mau juga digendong kan yaa.. Jadi gunakalah waktu sebaik mngkin untuk bisa dekat dengan si baby. 😘

Tren ASI Eksklusif

Kepikiran nulis ini udah lama sih. Cuma baru mood ajah hihihi..

Jadi, awalnya kpikiran nulis tentang ini karena ada seorang saudara yg nampak nyinyir dengan tren ibu-ibu menyusui masa kini yang seakan berlomba-lomba pumping dan banyak-banyakan asi untuk dipost di sosmed. Saya jadi kepikiran, apa iya semata-mata untuk ikutan tren? Saya jd berkaca sendiri juga. Apa tujuan saya ngotot memberikan asi utk #babyAra ? Dan ternyata jawaban saya adalah :

1. Hemat!
Beli BP dan printilannya tetap lebih murah ketimbang beli sufor tiap bulan.

2. Lebih praktis
Pumping tiap 3 jam emang repot. Tp lebih repot mana dengan klo jalan-jalan kudu bawa sufor container+termosnya? Belum lagi kalau anak malam bangun minta susu. Kalau asi kan mlm sambil merem juga bisa kasih nonon.

3. Asi lebih baik dr sufor termahal pun!
Ini tidak terbantahkan ya.. Kecuali ada anak yang mungkin alergi dengan asi ibunya. Bukan asinya sih, tapi apa yang dimakan ibunya. Jadi ibunya yang harus hati-hati dalam makan.
Lalu saya bertanya ke Pak suami soal tren ini, “menurutmu, orang-orang sadar ngasih asi itu karena sosmed atau gimana?”
Jawaban suamiku: “karena sosmed orang-orang jadi sadar”
Hmmm.. Bener juga sih ya. Dulu orangtua pasti berpikiran asi dikit, sufor. Tapi emak-emak jaman now; asi dikit, usahakan jadi banyak!

Sadar asi saat ini mendukung kampanye keputusan Menteri Kesehatan tentang Asi Eksklusif.
Dan ternyata walaupun sosmed banyak negatifnya, tapi positifnya lebih buanyak! Jadi, yg belum sadar asi, mendingan sosmednya digunain cari info sebanyak-banyaknya deh tentang asi.
Karena kodrat wanita itu menyusui. Kalau asi belum keluar sekarang, usahakan sampai keluar! Karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
Percayalah.
Percayalah.

Terus gimana cara memperbanyak asi? Ya BACA! Banyak kok ibu-ibu #pejuangasi yang share tentang ini. Daripada sosmednya dipake kepoin hidup orang. Bener ga?

Menaikkan Produksi ASI